Jumat, 21 September 2012

Tangisan Penuh Arti...

Bismillahirrohmanirrohim...
Mungkin diri ini adalah sebagian dari banyaknya perempuan yang pernah melihat orang tua terutama ayahanda tercinta menangis. huh...betul..betul..betul ( upin ipin kali)...
Tak banyak yang dapat diceritakan... kali pertama saat diri ini melihat sosok seorang  ayah yang menangis. Mungkin waktu itu hal yang lumrah kalau melihat seorang ayah menangis, soalnya ayahkan juga manusia masak nggak boleh nangis,,hehe.. Tapi bagi ana hal itu LUAR BIASA soalnya ini kali pertama ana melihat ayahku menangis...
Dibalik tangisan mereka ( ayah dan ibuku) ada makna, entahlah tangisan kesedihan ataupun kebahagiaan yang jelas tangisan mereka akan penuh arti bagiku...

Sedikit ingin bercerita, sembari menunggu acara favorite ku di televisi..sembari menghilangkan kebosanan pada diri ini dalam membuat laporan kasus yang jelimet.. bahasa gaulnya kali...heheh

Waktu itu saat ana yudisium dan wisuda terakhir menamatkan pendidikan kepaniteraan klinik saat sertifikat/ijazah dokter telah diterima...eh tiba-tiba ayahku menangis..mungkin terharu soalnya dah 5,5 tahun begitu lama anaknya baru tamat ..alhamdulillah..

Dan kali ini ayahkupun kembali menangis, bukan hanya beliau tapi ibu ku pun ikut menangis saat mengetahui anaknya gagal dalam ujian kompetensi...ehm jangan kan orang tuaku, akupun butuh waktu satu pekan lamanya untuk menghilangkan kesedihan...betul betul ujian yang besar bagi ku kala itu...( eits tapi ingat setiap rencana Alloh yang telah di tetapkan...adalah Rencana yang TERBAIK dan TERINDAH bagi hamba-hambaNya)...so TIDAK BOLEH MENGELUH!!!

Lanjut ke cerita berikutnya...Air mata dari sosok ayah dan ibu kembali mengalir,, tapi kali ini tentang keberhasilan anaknya yang lulus dalam ujian kompetensi yang kedua..waktu itu, waktu dhuha saat kami sedang berkumpul di meja makan. Saat itu, hp ku berbunyi, ketika ku lihat ternyata dari salah satu sahabatku "tia". Beliau memberikan kabar gembira bahwa aku lulus. Spontan aku langsung memberikan kabar itu kepada orang tuaku,, dan mengalirlah air mata dari orang tua ku...

Tangisan itu kembali berlanjut,,kalau yang ini bukan sekedar tangisan seperti biasanya, tapi lebih malah,,lebih dari seperti biasanya,,bahkan lama,,. Air mata yang mengalir dari seorang ayah ketika sang anak mengutarakan keinginannya untuk  menyempurnakan separuh agamanya. Spontan sang anak yang sebelum-sebelumnya tak pernah menyinggung masalah tentang sebuah pernikahan, tak pernah membicarakan tentang sosok seorang ikhwan yang ingin dijadikannya suami,,lantaran memang anaknya tak pernah ada pacar karena baginya tak ada istilah pacaran sebelum menikah melainkan PACARAN SETELAH MENIKAH.....kala itu sambil meneteskan air mata sosok ayah mulai berbicara bahwa " nak, bapak tak melarang kalau ingin menikah dengan siapapun calonnya, cuman kalau sekarang jangan dulu......"...ketika mendengar petuah dari sosok ayah, ehm pada intinya untuk sekarang memang belum diizinkan... dan sekarang memang harus meluruskan niat kembali dan menyempurnakan ikhtiar...

Tangisan itu kembali lagi mengalir, ketika diri ini ditugaskan di tempat yang  jauh,,soalnya seumur hidup paling jauh itu jarak tempuh di tempat tinggal dan kota asal 6 jam. Tapi sekarang 9-10 jam ditambah lagi di tempat yang memang tak ada keluarga yang tinggal disana... Dan saat keberangkatan ke tempat tujuan ayah dan ibuku menangis.. tangisan pelepasan bagi anaknya yang jauh merantau ke kota orang... sesuatu ya...

 Sekian, sedikit ingin berbagi,,,tangisan-tangisan yang terlihat dari banyaknya air mata yang mengalir dari orang tua tercinta. dan semoga dibalik tangisan itu selalu teriring doa bagi mereka yang telah menjaga, mendidik, bahkan dari seorang ibu yang telah melahirkan ku...
Semoga Alloh mengampuni dan melindungi mereka yang senantiasa menjaga ku...aamiin yaa robbal'alamiin...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar